Fromob 1
Pulang.
Satu kata yang sangat dinantikan oleh hampir semua orang. Melepas penat dan bersenda gurau dengan keluarga. Menikmati malam yang penuh dengan tawa bahagia. Hal itu juga diharapkan oleh Bia. Jika sudah berharap jangan lupa siapkan diri untuk merasakan kecewa juga.
Saat sampai di rumah seharusnya sapaan senang dari kedua orang tua adalah hal pertama yang diterima. Paling tidak ada sebuah sapaan yang terucap. Namun, apa yang dia lihat kali ini?
"MANA UANG HARI INI?"
"Aku gak ada uang, Mas. Hari ini daganganku sepi. Hiks"
"ALAH ALESAN AJA KAN KAMU!"
"Beneran, Mas. Hiks hiks."
"UDAH GAK USAH NANGIS. INI HUKUMAN BUAT KAMU!"
Tunggu sebentar…
kami sedang memuat iklan video.
Pria itu bersiap melayangkan tamparannya.
PLAK
"BIA...!"
(Bersiaplah untuk menyesuaikan volume)
"APA YANG KAU LAKUKAN BOCAH!"
"Sebelum Anda melepaskan tamparan Anda ke mama saya sebaiknya Anda harus merasakannya terlebih dahulu," ucap Bia tanpa rasa takut.
"INI BUKAN URUSANMU GADIS PEMBANGKANG!"
Pria itu bersiap melepaskan tamparannya lagi. Sementara ibunya, terduduk menangis sesegukan.
Ikuti
Kali ini tamparan itu mendarat di pipi Bia.
"Uhuuk..."
Bia terbatuk dan mengusap cairan merah yang mengalir dari hidungnya.
"Ciih pengecut, beraninya main tangan sama perempuan. Kalo dalam hitungan 3 detik Anda tidak keluar ini saya tidak segan untuk melaporkan Anda pada polisi atas tuduhan tindak kekerasan kepada anak di bawah umur."
Wajah pria itu memerah menahan amarah. Dia tak mau berurusan dengan polisi. Memang pecundang bukan?
Udah pada penasaran sama kelanjutannya... jangan lupa klik ya... nanggung kalau mau berhenti baca...
https://www.wattpad.com/875656999-frobly-mobly-prolog

0 Komentar