01. Naungan sang Ratu
"Karena selamanya, yang lemah akan ditindas oleh mereka yang kuat."
~ Pidato singkat Ratu ~
Tunggu sebentar…
kami sedang memuat iklan video.
Mading yang biasanya sepi, kini dibanjiri murid berseragam ungu putih. Kerumunan tercipta dengan gadis berkucir kuda yang menjadi pusat atensi.
Shasa, murid kelas 12 IPA 2 menjadi simpanan pria-pria hidung belang. Demi menghidupi dirinya sendiri, dia rajin menerima panggilan malam. Bahkan nekat menjadi selingkuhan kakek-kakek.
Sepenggal paragraf yang diketik rapi di bawah foto menjadi kalimat trending di Rabu pagi ini.
Shasa menangis sambil mendekap berlembar-lembar kertas yang menjadi sumber ejekan. Jejak kesedihan mengenang, menyayat hati.
Tanpa iba, murid lainnya mendorong tubuh ringkih gadis itu. Menyebabkannya terlempar dari satu sisi ke sisi lain. Pun sambil sesekali memaki—atau lebih tepatnya ikut-ikutan mengejek, seperti;
"Pantesan lo bisa masuk sekolah ini, ternyata dapet uang dari pekerjaan malam!"
"Bisa-bisanya kita ketipu sama cewek sok alim ini."
(Bersiaplah untuk menyesuaikan volume)
"Namanya juga jalang, pasti pinter acting, lah! Secara kan, dia harus tampil polos pas dilabrak sama istri sah pelanggannya."
"Emang bener ya, buah pasti jatuh tak jauh dari pohonnya. Nyokapnya aja jadi pelakor, wajar dong kalo anaknya jadi simpenan om-om?!"
"Ajaran sesat nyokapnya, nih, haha!"
"Cuman nyokapnya? Bokapnya apa kabar?"
"Denger-denger bokapnya pecandu."
"Pantesan anaknya kayak gini, cih!"
"Stop! Kalian boleh ngehina gue, tapi please, jangan hina mendiang nyokap bokap gue," lirih Shasa. Terlihat jelas, gadis itu berusaha melawan cibiran-cibiran pedas teman-temannya.
"Habis dia ngomong, hidung gue gatel!"
"Kebanyakan dosa tuh mulut."
"Ehh jangan-jangan dia juga make psikotropika?"
"The real niru bokapnya."
"Garis miring si lonte keluarin dari sekolah!"
Ikuti
Lain dengan Ratu yang berjalan tergesa menuju kakak kelasnya. Menjadi bahan bully-an murid SMA Merah Putih bukanlah sesuatu yang baru bagi Shasa, akan tetapi, pembully-an kali ini sudah melebihi batas normal. Dan Ratu tidak akan tinggal diam ketika temannya diperlakukan tidak senonoh seperti ini.
"Kalian semua minggir!" teriak Ratu.
(Bersiaplah untuk menyesuaikan volume)
Selayaknya para bawahan, sekitar 56 pasang mata di tempat itu menyingkir. Memberikan ruang bebas, agar Ratu bisa berjongkok di hadapan Shasa.
Shasa menatap Ratu dengan wajah piasnya. Sorot matanya masih sama sejak insiden dirinya dipermalukan terjadi. Ketakutan.
Hayo... penasaran sama kelanjutannya....
Nih, link: https://www.wattpad.com/user/Keyy-xx

0 Komentar